Pharmacy

Unit paling profit di rumah sakit adalah Pharmacy dengan Apotek-nya. Tapi banyak juga Rumah Sakit yang merugi dengan keberadaan Apteknya karena tidak tepatnya pengelolaan.

Modul Pharmacy terdiri dari tiga sub modul:

  1. Purchasing (Pengadaan Barang)
  2. Logistik (Pengelolaan Stok)
  3. Apotek (Penjualan Obat)

Fitur menarik dari Purchasing adalah Analisa Kebutuhan. Dengan fitur ini rumah sakit tidak perlu takut akan kelebihan ataupun kekurangan stok, karena jumlah stok yang haru dibeli merupakan hasil hitung berdasarkan data history penjualan ataupun pemakaian obat. Program akan menghitung Lead Time, Procurement Time, On-Order-Stock dan Stok Minimum-Maximum untuk menghasilkan angka pembelian yang optimal, menjamin bahwa stok obat rumah sakit dalam kondisi yang efisien.

Sistem pencatatan Multi Gudang Stok atau yang lebih dikenal dengan sistem Floor Stock memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam proses kontrol stok. Proses stok opname lebih mudah dijalankan tanpa menghentikan transaksional atau  kegiatan keluar-masuk barang. Selain itu penggunaan Barcode / QR Code dalam pencatatan stok jadi lebih mudah dan akurat. Tidak kalah penting adalah pencatatan Distribusi Obat dari gudang pusat ke gudang-gudang satelit RS. Audit stok jika diperlukan akan lebih mudah dikerjakan dengan MyHopsital karena detil history keluar-masuk barang tercatat dengan baik.

Presecreption atau Resep yang terintegrasi dengan sistem billing adalah point yang tidak bisa ditawar jika ingin meminimalkankebocoran‘ resep. Dokter juga dimudahkan dalam penulisan resep dengan dukungan penulisan notasi Signa saat entry resep. Khusus Rawat Inap, UDD atau Unit Dose Dispensing tersedia juga ada di MyHopsital, memastikan bahwa stok obat terdistribusikan dengan optimal.